have you found it? go search here!

Feb 27, 2009

anakku yang baik hati =)

Bukannya mau gimana2 loh yah...lagi sedang tak ada kerjaan, jadi saya nulis2 lagi deh, and the half part, karena kenarsisan yang lagi timbul di permukaan, sehingga tidak dapat menahan diri untuk mengacungkan jempol kepada anak saya perihal cerita tentang dirinya melalui media super abad 21-ish yaitu Internet. huahahahahaha *kata2 yang cukup melelahkan untuk dirangkai =p* jadi bo..gini ceritanya.... huuuuuaaaaaa...terharuuu

awal mulanya waktu dia sudah mulai bisa berdiri kemudian berjalan (ditetah)..., saya sudah mengajarkan kepadanya untuk membuang sampah pada tempatnya, kita mengistilahkannya dengan 'throw bin'.

setelah dia mulai bener2 bisa berjalan tanpa ditetah saya mulai mengajarkan dia untuk mengambil sebuah benda dan diberikan kepada someone yang kita tunjuk atau pada diri kita sendiri dengan kata2 "take it (sambil menunjuk pada suatu benda) and give it to mimom" dan amazingly dia melakukannya.
karena terbiasa menolong (ccciiieeehhh) abang menjadi anak yang sangat pengertian dengan sendirinya, terkadang kalo dia lihat mimomnya sedang bersihkan tempat tidurnya dia, dia bertanya "mom...babang throw pillow di box ok?" saya takjub sekali, padahal saya tidak memintanya untuk itu, walaupun ada mbak, saya ingin menunjukan bahwa dia tidak boleh terlalu tergantung pada mbak, karena dengan dia bisa menolong orang lain, maka dia menolong dirinya sendiri....tentu kami ajarkan sesuai dengan porsi umurnya.

kemudian saya mengajarkan untuk membersihkan mainannya, tentu saja sesuai dengan porsi umurnya, sambil bernyanyi "it's clean up time, time to clean your toy and so on and so on" kemudian mainannya diletakkan pada tempatnya oleh abang.

lucunya lagi, ternyata dia memperhatikan juga iket rambut mimomnya, suatu saat, pada saat saya lagi cari2 iket rambut saya, tau2 si abang dengan suara renyahnya bilang "ini mimom, iket rambut mimom" padahal saya tidak menyuruhnya mencari, tapi dia inisiatif sendiri, saya terharu sekali...kemudian saya inget, abang pernah mencari mainan homernya, kemudian saya mencari mainan itu untuk dia, setelah ketemu saya bilang "ini honey homernya".....

yang paling mengharukan adalah kebiasaan berdoa, sejak umur setaun kami sudah membiasakan dia untuk berdoa (sebelum setahun biasanya saya doakan dia pada saat dia sudah terlelap, sekarang saya ingin dia berdoa bersama2 kami, sehingga perlahan dia dapat mengerti), lipat tangan, dan kami mengistilahkannya dengan 'sit down and quite'. pertama kita doa singkat dengan bahasa dia (kita yang membahasakannya) setelah itu kita mendoakan dia dengan bahasa kita dilanjutkan dengan doa Bapa kami, yang paling mengharukan adalah dia duduk, diam,dan setelah selesai berdoa, dia berkata amin.
sampai sekarang, kalo ada kebaktian atau sedang berdoa dimana, dia ngga pernah lari2 kesana kemari seperti anak2 lain, dia hanya duduk dan diam (mudah2an gitu terus ya booo... hehehe), kami sangat terharu sekali,pernah pada saat ada acara keluarga di tempat oma, dia lihat anak2 berlarian, dan dia bilang ke saya "mimom, kan kalo Pray ga boleh running2"....
kalo mau tidur, bahkan dia yang mengingatkan kami untuk berdoa "mimom, babang mau sleep, babang pray mom..."
hiks..hikss...terharu ik deh bo...

I Putu Narayana Toar Simbolon, mimom dan ayah sayang sekali sama kamu, God bless us always...


belum dikasih aer nak, mandi bola dulu aja gih

Feb 13, 2009

Barcode

Rasa2nya kita penasaran yah dengan barcode2 yang digunakan untuk makanan, saya dapat dari milis sebelah, yang perlu dilihat adalah 3 awal angka didepan barcode tersebut, semoga berguna

00-13: USA & Canada

20-29: In-Store Functions

30-37: France

40-44: Germany

45: Japan (also 49)

46: Russian Federation

471: Taiwan

474: Estonia

475: Latvia

477: Lithuania

479: Sri Lanka

480: Philippines

482: Ukraine

484: Moldova

485: Armenia

486: Georgia

487: Kazakhstan

489: Hong Kong

49: Japan (JAN-13)

50: United Kingdom

520: Greece

528: Lebanon

529: Cyprus

531: Macedonia

535: Malta

539: Ireland

54: Belgium & Luxembourg

560: Portugal

569: Iceland

57: Denmark

590: Poland

594: Romania

599: Hungary

600 & 601: South Africa

609: Mauritius

611: Morocco

613: Algeria

619: Tunisia

622: Egypt

625: Jordan

626: Iran

64: Finland

690-692: China

70: Norway

729: Israel

73: Sweden

740: Guatemala

741: El Salvador

742: Honduras

743: Nicaragua

744: Costa Rica

746: Dominican Republic

750: Mexico

759: Venezuela

76: Switzerland

770: Colombia

773: Uruguay

775: Peru

777: Bolivia

779: Argentina

780: Chile

784: Paraguay

785: Peru

786: Ecuador

789: Brazil

80 - 83: Italy

84: Spain

850: Cuba

858: Slovakia

859: Czech Republic

860: Yugoslavia

869: Turkey

87: Netherlands

880: South Korea

885: Thailand

888: Singapore

890: India

893: Vietnam

899: Indonesia

90 & 91: Austria

93: Australia

94: New Zealand

955: Malaysia

977: International Standard Serial Number for Periodicals (ISSN)

978: International Standard Book Numbering (ISBN)

979: International Standard Music Number (ISMN)

980: Refund receipts

981 & 982: Common Currency Coupons

99: Coupons

Feb 6, 2009

mengharukan

suatu sore buka Fb dan mendapati catatan ini di tag untuk mimom, dari tante audrey, mengharukan,...

Anakku yang kusayangi………
Pada suatu saat dikala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua, cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku.

Jika banyak makanan yang tercecer dikala aku makan, jika aku mendapat kesulitan dalam mengenakan pakaianku sendiri..sabarlah.
Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu tentang segala hal yang kau perlu tahu, ketika kau masih kecil.

Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali, jangan menghentikanku. Dengarlah aku. Ketika kau kecil, kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang, dari malam yang satu ke malam yang lain hinga kau tertidur. Dan aku lakukan itu untukmu.

Jika aku enggan mandi, jangan memarahiku dan jangan katakan kepadaku bahwa itu memalukan. Ingatlah berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu menyuruhmu mandi dikala kecilmu.

By seeing my ignorance towards the new technologies, do not laugh of me but leave me rather the time to understand . Aku mengajarimu banyak hal , cara makan yang baik, cara berpakaian yang baik, berperilaku yang baik, bagaimana menghadapi problem dalam kehidupan.

Jika terkadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan, beri aku waktu untuk mengingat dan jika aku gagal melakukannya jangan sombong dan memarahiku, karena yang penting bagiku adalah aku dapat bersamamu dan dapat berbicara padamu.

Jika aku tak mau makan, jangan paksa aku! Aku tahu bilamana aku lapar dan kapan aku tak lapar.

Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku, untuk bergerak seperti sebelumnya, bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku, mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu.

Dan kala suatu saat nanti, ketika aku katakan padamu bahwa aku tak lagi ingin hidup, ketika aku ingin mati, jangan marah, karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti.
Cobalah untuk mengerti bahwa pada usia tertentu, kita tidak benar-benar "hidup" lagi, kita hanya "tidak mati".

Suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa di samping semua kesalahan yang aku buat, aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu dan bahwa aku siapkan dasar bagi perkembangan dan kehidupanmu kelak.

Kau tak usah merasa sedih, tidak beruntung atau gagal di hadapanku melihat kondisiku dan usia ku yang sudah bertambah tua.

Kau harus ada didekatku, mencoba mengerti aku bahwa hidupku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu, seperti apa yang kulakukan pada saat kau lahir.

Bantulah aku untuk berjalan, bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran.
Satu hal yang membuatku harus berterimakasih padamu adalah senyum dan kecintaanmu padaku.
Aku mencintaimu anakku...

Maman akhirnya lulus

tanggal 3 februari kemarin, maman yudisium, dia menyelesaikan kuliahnya, mimom senang sekali, karena maman dan mimom berbeda jarak 9 tahun, jadi seneng aja liat maman waktu bayi dan sekarang sudah jadi sarjana teknik, bukan tukang insinyur lagi sekarang istilahnya, hehehehe

kita berencana mau menghadiri wisudanya maman dan sekalian deh ah foto2 hihihi....
mimom berencana nginep sekeluarga dan sekaligus liburan, sebenernya wayah udah dapet penginapan di mess mandiri, tapi ayahnya babang kepingin nginep di hotel, biar berasa ada suasana liburannya, dan kalo kita nginep di mess mandiri kasian wayah dan maman yang harus tidur diluar, karena dapetnya cuma 2 kamar.......pengennya mimom sih kita nginepnya dari hari jumat,....biar suasana liburannya lebih berasa lagi.....ngga tau deh gimana dengan kerjaannya ayah apa bisa nggak =(

sudah been ages kayaknya mimom ngga kebandung, sekarang ke bandung kayaknya excited banget!!!! seneng aja gitu, mengenang...pengen ke BS makan bitter ballennya, terus hamburgernya yang segede2 gaban itu (masih gede ngga yah ham burgernya? mudah2an semua run well, dan nanti mau foto2 makanannya ahhhh

Jan 12, 2009

HEPATITIS A

12 januari 2009: abang vaksinasi hep A yang Pertama, ke hermina Jatinegara bertemu dengan eyang taslim, baik sekali eyang ini.......
Abang sekarang berberat badan 15.05 kg, terus dia histeris gitu, sigh, itu mah biasa, padahal udah dikasih pengertian kalo ketemu eyang dokter mah gpp, tapi bo....teuteup weeehhhh,....
tapi masanya mungkin akan berlalu, nanti udah gedean dikit juga ngga gitu, jadi mom biarin aja, karena mom percaya, pasti nanti he'll get over it, sama seperti waktu takut masuk lift karena sempit dan tertutup, sekarang udah ngga lgi tuh.... =)

Jan 11, 2009



huahahahahahahahahahahaha, Megan Fox wannabe

notes yang bikin heboh itu...

Ada hal yang menarik yang saya temui pada saat sedang bermain Fb, tidak usah dijelaskan apa itu FB pasti semua orang tentu sudah familiar dengan singkatan ini, sama seperti kita menyingkat kata BB =) sekarang BB bukan lagi singkatan dari ‘bau badan’ tapi di jaman yang makin canggih ini BB adalah Blackberry, btw….
Yang saya temukan menarik adalah satu notes yang terdapat di FB, semua orang heboh membicarakannya, sampai2 commnet di note itupun sudah banyak sekali, sampai2 lagi nih mba Mia Sutanto turun tangan untuk mengomentari notes tersebut, termasuk saya hihihihi =) ini dia notes di FB itu

"Jangan salah, gw setuju bahwa ASI adalah yang terbaik dan beberapa teman baik gw termasuk promotor ASI, tapi menurut gw kampanye ASI di Indonesia itu meng-eksploitasi rasa bersalah para ibu (dan ayah).

Pendekatan yang malah counter-produktif, tidak simpatik, dan membuat stress serta depresi.

Dan yang lebih parah, gw yakin kemungkinan akhirnya banyak yang bohong.
Coba dengar pembicaraan di antara para ibu-ibu arisan yang ngomongin pengalaman dirinya atau pengalaman anaknya...

ibu 1: "Iya jeng, anak saya menyusui ASI eksklusif, 6 bulan lho. Keluar terus ASI lancar kayak sapi."
ibu 2: "oh, iya, menantu saya juga. Waktu lahirnya langsung Ih eM De, inisiasi menyusui dini, langsung keluar."
ibu 3,4,5 juga membebek. Gak ada yg berani ngaku pake formula.

Karena udah nge-trend, kita gak akan tahu, apa ada yang bohong, padahal bisa aja salah satu dari ibu itu, anaknya gak ASI eksklusif, ada yang campur formula, ada full formula. Tapi malu dong kalo ngaku, kesannya "gak ngasih yang terbaik untuk sang anak atau cucu."

Memang banyak ibu-ibu yang produksi ASI-nya banyak, tapi kan gak semua.
Posisi udah benar, teknik udah benar, tapi gak keluar juga.

Apa solusi dari para aktivis? "It's all in your head!"
Sadar gak sadar, jawaban macam itu, membuat si ibu makin merasa bersalah.
Mau disugestiin dirinya sapi perah, sumur tanpa dasar, pabrik yang lembur 24 jam, kalo gak keluar ya gak keluar.

Gw dan istri, sedikit banyak merasa terintimidasi oleh dr. Utami Rusli (kami konsul dgn beliau thn 2005, waktu anak kedua, tapi doi emang top banget! Langsung tokcer) dan para penggiat ASI. Kami tau mereka bermaksud baik, tapi caranya itu lho.

Oke-lah aktivis ASI mulai berhasil menggeser paradigma masyarakat dan kelihatannya pemerintah dan pihak swasta juga mulai mendukung. Tapi lagi-lagi, seperti banyak kebijakan lainnya, kita lupa memikirkan detail, khususnya masalah infrastruktur untuk mendukung ibu menyusui.

Kalau di luar itu, ada visit dari suster dan kelompok2 pendukung (yang juga on-call) untuk mendampingi ibu selama seminggu pertama untuk memastikan proses menyusui lancar. Di Jakarta layanan on-call itu juga ada, tapi masih terbatas dan kurang tersosialiasi. Dan juga ada pusat-pusat laktasi yang sebenarnya terlalu berat untuk dicapai oleh para ibu.

Bayangkan, masih lelah dan sakit setelah melahirkan, stress karena kurang tidur, ASI gak lancar, dan berat badan bayi yang gak naik2, dan harus bawa2 orok yang baru berumur beberapa hari, sang ibu harus melintasi jalanan Jakarta yang macet dari ujung ke ujung untuk bisa dapet bimbingan laktasi.

Dan ASI itu berat bo. Si bayi gak lepas dari ibunya. Sang ibu gak bisa ngapa2in, gak bisa kemana2. Kecuali dikombinasikan dengan botol. ASI perah atau dibantu formula.
Manja? Semua orang juga begitu? Coba aja kalo lu punya anak tiga.
Siapa suruh punya anak tiga? Gak bisa gitu dong, namanya juga dititipin.

Jadi, para penggiat ASI, cobalah tolong pikirkan ulang metode, pendekatan dan pilihan kata yang digunakan dalam kampanye ASI.
Gw udah melihat sendiri, ASI memang jauh lebih baik, tapi janganlah dipake untuk memojokkan para ibu.

Yang terpenting itu kasih sayang dari ibu, bukan ASI-nya.
Gara2 stress soal ASI, bisa aja si ibu jadi stress kalo ngeliat anaknya. Kita maunya begitu?
Karena takut dengan penggiat ASI yang seharusnya bisa membantu melancarkan ASI, akhirnya para ibu malah memilih menghindar dan mengambil jalan pintas, pake formula.

Gak ada orang tua yang gak mau memberikan yang terbaik bagi anaknya. Gak usah dibilang juga, gw yakin ibu2 juga udah merasa bersalah kalo gak bisa memberikan ASI. Kalo gak tau pentingnya ASI dari awal, si ibu2 itu kan gak akan nyari tau gimana caranya supaya bisa ASI-nya lancar kan?

Gw sayang sama anak, tapi gw juga gak tega kalau harus melihat ibunya merasa bersalah.

Sebagai catatan, anak gw tiga,
yang pertama ASI 2 bulan, karena waktu itu kampanye ASI belum segencar sekarang,
yang kedua ASI 6 bulan, (ini setelah ketemu dr. Utami, thx ya dok),
yang ketiga sedang ASI.

Iya dong, ASI, masa formula, malu dong... Apa kata dunia? orang tua macam apa gw...
Masa wartawan yang biasanya berwawasan luas tega ngasih susu formula sama anaknya...

Tapi lu pada, gak akan tau kan, gw bohong apa gak?"

tergelitik juga untuk mengomentari? hihihi
kalau saya ground zero aja deh =)

Dec 30, 2008

Michael W. Smith-Above all